Retak Hatiku retak, remuk redam oleh statement pembicaraan yang kubaca lewat tangan jahilku yang ingin tahu keberadaanmu. Mungkin aku bodoh. Tapi, tak sepenuhnya bodoh. Aku cemburu. Itu pasti. Kurasa kau sadar akan itu. Aku marah sejadinya. Membenci diri lewat cermin kenapa harus terjadi? Aku retak malam kemarin.

Retak

Hatiku retak, remuk redam oleh statement pembicaraan yang kubaca lewat tangan jahilku yang ingin tahu keberadaanmu. Mungkin aku bodoh. Tapi, tak sepenuhnya bodoh. Aku cemburu. Itu pasti. Kurasa kau sadar akan itu. Aku marah sejadinya. Membenci diri lewat cermin kenapa harus terjadi? Aku retak malam kemarin.

xomfgitsheatherx:

Are you in a long distance relationship? ♡
lovequotesrus:

EVERYTHING LOVE
lovequotesrus:

EVERYTHING LOVE
1 Januari 2013 Permulaan yang baik di tahun ini. Ketika semuanya serba tiba-tiba. Dalam sekejap mengabulkan sebuah doa penghapus luka. Dia menyatakan cinta ketika malam tahun baru itu. Sungguh di luar prediksi. Itulah hebatnya Tuhan. Semuanya bisa terjadi di luar batas logika. Semuanya dimulai. Aku membuka hati (lagi) dan belajar (lagi) dalam hal ini. Semua proses alamiah dimulai dengan rasa ingin mencoba. Dia teman lamaku yang datang sungguh cepat . Hai Abang, terima kasih :*

1 Januari 2013

Permulaan yang baik di tahun ini. Ketika semuanya serba tiba-tiba. Dalam sekejap mengabulkan sebuah doa penghapus luka. Dia menyatakan cinta ketika malam tahun baru itu. Sungguh di luar prediksi. Itulah hebatnya Tuhan. Semuanya bisa terjadi di luar batas logika.

Semuanya dimulai. Aku membuka hati (lagi) dan belajar (lagi) dalam hal ini. Semua proses alamiah dimulai dengan rasa ingin mencoba. Dia teman lamaku yang datang sungguh cepat . Hai Abang, terima kasih :*

Dinonaktifkan Cairan itu sudah lama dinonaktifkan. Rasa-rasanya dia sudah beku. Lantas, mengapa di penghujung tahun dia aktif kembali? Seperti meledak akibat tekanan yang meluat seperti tak terbendung oleh volume ruang berbentuk kubus. Pecah. Cairan itu basah merintih berjalan sekitar pipi dan rasanya cukup asin dicap oleh lidah. Teruntuk kau yang telah menyentuh sangat dalam ruang itu, malam kemarin, kau menghancurkan cairan itu. Mengaktifkannya kembali. Dia mengucur deras seperti girang untuk sebuah kebebasan. Dinda, Kandamu telah pergi meninggalkanmu. Bangunlah sebentar ! Apakah aku mimpi buruk? Dinda memukul-mukul pipinya dengan cukup keras. Tidak ! Ini nyata adanya. Dinda masih tak percaya. Dia mencoba menghibur diri mencari wadah penampung cairan itu karena begitu derasnya terus mengucur tak berhenti hingga larut malam. Hai, namaku Dinda. Wanita yang mulai mencari penyembuh luka sariawan di hatinya. Jika abotyl mungkin mampu, waktu kurasa tak berkata begitu. Aku bertemu (lagi) dengan Kanda sekitar 6 bulan yang lalu, Tepat ditanggal sembilan bulan enam. Tahukah kau? Aku merasa Tuhan benar-benar misterius. Seperti dia yang sedikit misterius. Sampai detik ini pun, aku masih tak bisa membaca seluk beluk pikirannya. sungguh Pria Misterius. Padahal, dia teman lamaku, tak sedikit waktu yang kuhabiskan untuk mengetahui karakternya. Tapi, tetap saja aku tak mengerti semuanya. Suatu ketika, Kanda menemukan kunci pembuka yang kutitipkan di satu tempat, dan aku tak mengira ternyata dia menemukannya. Walaupun, Kanda tak pernah sadar telah menemukan kunci ruang itu. Kunci yang sudah cukup usang. Bahkan, aku pun mulai tak percaya apakah kunci itu bisa membuka ruang rahasia itu. Sudah 6 bulan 18 hari sejak pertemuan mendadak itu, semuanya berubah pula. Termasuk perasaanku padanya. Coba hitung saja berapa jam dikali 24 dikali lagi 60 dan dikali 60 aku memikirkannya. Tak henti. Bukan waktu yang sebentar . Aku merasakan seperti disihir. Tapi mana ada orang disihir sadar kalo dirinya sedang disihir? Aku berjalan terus menikmati perasaan. Menduga-duga tanpa fakta . Logika memang tak berbuat apa-apa, hanya rasa yang mengira-ngira. Ada pembicaraan yang membuatku yakin, Kanda mungkin takdirku. Itu hanya sisi yang kuduga. Sisi lain pun tak mau kalah berbicara, sepertinya semuanya hanya ilusi semata yang seharusnya membuka mata melihat realita. Tapi  tenang, sampai hari terakhir pun cairannya masih beku tak bersuara. Sampai tiba saatnya, Tanggal dua puluh delapan menjadi saksi bisu cairan itu diaktifkan kembali. Ingat ! 28 ! Saat jemari mulai nakal mencari tahu keberadaan Kanda yang tak pernah ku dengar. Lenyap . Tak tahu lagi batang hidungnya. Entah ada atau tidak. Belum pasti karena masih sebuah misteri. Kanda, Pria yang menonaktifkan cairan asin itu dan seketika mengaktifkannya kembali. Hai Pria berusia dua puluh dua , kau hebat ! Seketika membuat cairan itu bersuara pelan mengalir penuh isakan. Sekarang tanggal 29 bukan? Cairan itu belum kering. Masih aktif mencari fakta yang ada. Selamat malam sabtu Kanda disana, dimanapun berada :)

Dinonaktifkan

Cairan itu sudah lama dinonaktifkan. Rasa-rasanya dia sudah beku. Lantas, mengapa di penghujung tahun dia aktif kembali? Seperti meledak akibat tekanan yang meluat seperti tak terbendung oleh volume ruang berbentuk kubus. Pecah. Cairan itu basah merintih berjalan sekitar pipi dan rasanya cukup asin dicap oleh lidah.

Teruntuk kau yang telah menyentuh sangat dalam ruang itu, malam kemarin, kau menghancurkan cairan itu. Mengaktifkannya kembali. Dia mengucur deras seperti girang untuk sebuah kebebasan.

Dinda, Kandamu telah pergi meninggalkanmu. Bangunlah sebentar ! Apakah aku mimpi buruk? Dinda memukul-mukul pipinya dengan cukup keras. Tidak ! Ini nyata adanya. Dinda masih tak percaya. Dia mencoba menghibur diri mencari wadah penampung cairan itu karena begitu derasnya terus mengucur tak berhenti hingga larut malam.

Hai, namaku Dinda. Wanita yang mulai mencari penyembuh luka sariawan di hatinya. Jika abotyl mungkin mampu, waktu kurasa tak berkata begitu. Aku bertemu (lagi) dengan Kanda sekitar 6 bulan yang lalu, Tepat ditanggal sembilan bulan enam. Tahukah kau? Aku merasa Tuhan benar-benar misterius. Seperti dia yang sedikit misterius. Sampai detik ini pun, aku masih tak bisa membaca seluk beluk pikirannya. sungguh Pria Misterius. Padahal, dia teman lamaku, tak sedikit waktu yang kuhabiskan untuk mengetahui karakternya. Tapi, tetap saja aku tak mengerti semuanya.

Suatu ketika, Kanda menemukan kunci pembuka yang kutitipkan di satu tempat, dan aku tak mengira ternyata dia menemukannya. Walaupun, Kanda tak pernah sadar telah menemukan kunci ruang itu. Kunci yang sudah cukup usang. Bahkan, aku pun mulai tak percaya apakah kunci itu bisa membuka ruang rahasia itu.

Sudah 6 bulan 18 hari sejak pertemuan mendadak itu, semuanya berubah pula. Termasuk perasaanku padanya. Coba hitung saja berapa jam dikali 24 dikali lagi 60 dan dikali 60 aku memikirkannya. Tak henti. Bukan waktu yang sebentar . Aku merasakan seperti disihir. Tapi mana ada orang disihir sadar kalo dirinya sedang disihir?

Aku berjalan terus menikmati perasaan. Menduga-duga tanpa fakta . Logika memang tak berbuat apa-apa, hanya rasa yang mengira-ngira. Ada pembicaraan yang membuatku yakin, Kanda mungkin takdirku. Itu hanya sisi yang kuduga. Sisi lain pun tak mau kalah berbicara, sepertinya semuanya hanya ilusi semata yang seharusnya membuka mata melihat realita. Tapi  tenang, sampai hari terakhir pun cairannya masih beku tak bersuara.

Sampai tiba saatnya, Tanggal dua puluh delapan menjadi saksi bisu cairan itu diaktifkan kembali. Ingat ! 28 ! Saat jemari mulai nakal mencari tahu keberadaan Kanda yang tak pernah ku dengar. Lenyap . Tak tahu lagi batang hidungnya. Entah ada atau tidak. Belum pasti karena masih sebuah misteri. Kanda, Pria yang menonaktifkan cairan asin itu dan seketika mengaktifkannya kembali. Hai Pria berusia dua puluh dua , kau hebat ! Seketika membuat cairan itu bersuara pelan mengalir penuh isakan.

Sekarang tanggal 29 bukan? Cairan itu belum kering. Masih aktif mencari fakta yang ada. Selamat malam sabtu Kanda disana, dimanapun berada :)

lovequotesrus:

EVERYTHING LOVE
“Cinta hanya retorika kalau tidak ada tindakan nyata”
“there are those who say fate is something beyond our command, thats destiny is not our own. But i know better our fate lives within us you only have to be brave enough to see it”
Dear Mama, Terima Kasih untuk perasaan luar biasa yang telah kau ciptakan hari ini. Hai wanita cantik pencipta hormon endorfin dalam tubuh, I love you :*

Dear Mama,

Terima Kasih untuk perasaan luar biasa yang telah kau ciptakan hari ini. Hai wanita cantik pencipta hormon endorfin dalam tubuh, I love you :*

lovequotesrus:

EVERYTHING LOVE
:( Hari ini, rasanya tersambar petir. Lebih tepatnya malam ini. Pagi ini diawali dengan bersiap-siap pergi sama Mama dan adek ke bank karena si adek mau study tour, alhasil dia mau buka rekening sebagai salah satu persiapan jalan-jalannya itu. Setelah ke Bank, kita memang ngerencanain mau makan siang di luar hari ini. Oia, kita perginya berempat. Saya, mama, adek, dan pacarnya adek. Btw, pacarnya adek udah seperti adek saya juga (saking udah deketnya). Makanlah kia berempat. Suasana memang mulai kurang mengenakkan dikarenakan ada sedikit perang mulut antara saya dan adek masalah menu makanan. Walaupun ujung-ujungnya baik sih, tapi tetep aja bikin mama khawatir. (re : kita selalu jaga mood Mama baik supaya Mama baik-baik aja karena Mama ada jantung) Setelah pulang, kita ke apotek sebentar mau ambil obat Mama yang udah abis. ee tapi, 3 apotek yang kita datengin bilang obatnya lagi kosong. Yauda, Mama memutuskan untuk ke dokter sore nanti. Gak terasa, kita sampai di rumah. Mata udah berat, badan rasanya udah capeknya ampun, intinya saya udah sepoyongan mau tidur. Tidurlah saya. Waktu menunjukkan pukul 17.00 , saya buru-buru bangun, langsung bbm chichi (sahabat saya) rencana mau kasih surprised buat Deasy (sahabat saya ) juga. Berhubung mobil saya di pake adek, dan mobil papa mati, alhasil sore-sore keluarlah naik ojek. Sampai di rumah deasy, tahunya malah si tuan rumah sedang keluar, jadi surprisednya emang gagal total. kita buka rumah dari kunci yang diletakkan di tempat rahasia. Acara tiup lilin dimulai. Dan setelahnya kita ke Panti Asuhan dan makan-makan. Pulangnya, saya minta jemput si adek. Di perjalanan pulang, adek cerita tentang darah tinggi Mama yang kambuh sampe 200. Actually, saya sedih, pulang-pulang buka pintu sendiri, di kamar sendiri, pengen ke kamar mama, tapi mama udah tidur, dan gak mau ganggu. Oh Tuhan, saya sayang sekali sama Mama. Karena dia semuanya saya lakukan dan berharap suatu hari nanti dia sangat bangga memiliki anak seperti saya. Karena dia saya hidup. Tuhan, tolong sembuhkan mama saya. Belahan jiwa saya. Tuhan, saya tahu engkau serba tahu dan bisa. Tahu kan sedekat apa saya dengan mama? She is my eveything, God. Saya tahu umur saya 22 gak boleh cengeng. Sembuhkan Mama,Tuhanku :*

:(

Hari ini, rasanya tersambar petir. Lebih tepatnya malam ini. Pagi ini diawali dengan bersiap-siap pergi sama Mama dan adek ke bank karena si adek mau study tour, alhasil dia mau buka rekening sebagai salah satu persiapan jalan-jalannya itu. Setelah ke Bank, kita memang ngerencanain mau makan siang di luar hari ini. Oia, kita perginya berempat. Saya, mama, adek, dan pacarnya adek. Btw, pacarnya adek udah seperti adek saya juga (saking udah deketnya). Makanlah kia berempat. Suasana memang mulai kurang mengenakkan dikarenakan ada sedikit perang mulut antara saya dan adek masalah menu makanan. Walaupun ujung-ujungnya baik sih, tapi tetep aja bikin mama khawatir. (re : kita selalu jaga mood Mama baik supaya Mama baik-baik aja karena Mama ada jantung)

Setelah pulang, kita ke apotek sebentar mau ambil obat Mama yang udah abis. ee tapi, 3 apotek yang kita datengin bilang obatnya lagi kosong. Yauda, Mama memutuskan untuk ke dokter sore nanti. Gak terasa, kita sampai di rumah. Mata udah berat, badan rasanya udah capeknya ampun, intinya saya udah sepoyongan mau tidur. Tidurlah saya.

Waktu menunjukkan pukul 17.00 , saya buru-buru bangun, langsung bbm chichi (sahabat saya) rencana mau kasih surprised buat Deasy (sahabat saya ) juga. Berhubung mobil saya di pake adek, dan mobil papa mati, alhasil sore-sore keluarlah naik ojek.

Sampai di rumah deasy, tahunya malah si tuan rumah sedang keluar, jadi surprisednya emang gagal total. kita buka rumah dari kunci yang diletakkan di tempat rahasia. Acara tiup lilin dimulai. Dan setelahnya kita ke Panti Asuhan dan makan-makan.

Pulangnya, saya minta jemput si adek. Di perjalanan pulang, adek cerita tentang darah tinggi Mama yang kambuh sampe 200. Actually, saya sedih, pulang-pulang buka pintu sendiri, di kamar sendiri, pengen ke kamar mama, tapi mama udah tidur, dan gak mau ganggu.

Oh Tuhan, saya sayang sekali sama Mama. Karena dia semuanya saya lakukan dan berharap suatu hari nanti dia sangat bangga memiliki anak seperti saya. Karena dia saya hidup.

Tuhan, tolong sembuhkan mama saya. Belahan jiwa saya. Tuhan, saya tahu engkau serba tahu dan bisa. Tahu kan sedekat apa saya dengan mama? She is my eveything, God.

Saya tahu umur saya 22 gak boleh cengeng. Sembuhkan Mama,Tuhanku :*